Friday, June 10, 2016

Wanderlust



Today I would like to start sharing something different in my blog. I know that this is a beauty blog and I’m supposed to only post things about beauty. But I’ve been thinking lately to expand my blogpost to include my love for travelling. I had another blog before this (but I already deleted it when I started this blog) and I mainly wrote about my family’s daily life and our holidays. Then why I deleted it? Well, at that time, I thought that I might expose my family a lot in virtual world by writing mainly about our daily tidbits. I’m worried that people will use the things they find in my blog up for something that is not good and harm my family. I also wanted to focus on writing about beauty so I finally decided to delete it and made a new blog. 

But now, I have that itch to share my travelling experience again and decided to complement this beauty blog with travel stories. So, I talked to my hubby about it and he said that I should go for it with one condition. He asked me to not lose focus on what holiday is supposed to be and do not let ‘work’ interferes with the quality time we have during holiday. In short, don’t be too busy taking too many pictures, it annoys him hahaha. I also promised him that I will post less family tidbits on my blog to keep our privacy. 

I saw that a lot of bloggers actually doing it too, having more than one theme in their blog, for example food and lifestyle blogger, beauty and lifestyle blogger, or beauty and family blogger. I supposed when you still can find the red line between the two topics and able to connect them well, having more than one theme in your blog is an okay thing to do. I will still talking mainly about beauty and its marvellous wonder in my blog (beauty world is a mad world, people!), but occasionally you will find my travelling stories too here. 

My husband and I love to travel. It is always exciting to go to new places (or recurring places to try new spots) and explore new things. My travelling type is definitely not a backpacking type since I usually travel with my family (children involved) so, comfort and safety are my priority. We don’t want the lil’ one (or the big one) to be cranky and ruin the holiday mood hahaha.. Besides, my definition of a holiday and travelling is not only about the quantity of places you go, but whether you can have a full and pleasant experience while you are at your destination. Please note that the things that I will share here don’t have any intention to offend or to tell other people, who might have the different perception of travelling, has been doing it the wrong way. My goal is simply to share the things that I enjoyed and hoping that it can inform and inspire people who read it.

Why now?
Well the last two years, we haven’t had a lot of opportunity to travel more. On 2014 we were busy moving our life back from Bangkok to Jakarta, settling ourselves back to the hustle and bustle of this city. And on 2015, we decided that it is time for us to have our own house, so there went all the money from our savings to buy and decorate our nest. But, hopefully we can start planning to travel more now.

What is your travelling plan this year?
Since 2016 is 6 months left, for this year we haven’t plan anything too far away from home, but definitely around South East Asia and maybe one or two spots in Indonesia. My mom has been recommending Bangka Belitung island a lot lately. Well, with those pristine beaches they have, I don’t think I could say no to it. I’m a beach person and the combination of sun, water, and good seafood is hard to resist hahaha..

I hope this decision is going to enrich my experience as a blogger as well as being able to give the best for all of my readers. I just thought that I wanted to share to you the reason behind the changes that my blog will have in the future so you will not be confused with the sudden posts of travel stories in it.

Do any of you here love to travel too? Or do you have a blog that talks about more than one theme? Are you a travel blogger? Please leave a comment below so I could check out your blog.

Cheers,
Stef

Tuesday, June 7, 2016

Review - Oya Face Contour Treatment


Hello gorgeous!

Bagaimana puasa kamu? Semoga semuanya berjalan lancar ya. Hari raya segera tiba dan pasti kamu semua, baik yang merayakannya atau tidak (seperti aku yang ikut-ikutan heboh semangatin teman-teman yang puasa dan juga siapin liburan lebaran hahaha) sudah mulai siap-siap untuk menyambut Hari Raya nih. Pasti banyak juga dari kamu yang memanfaatkan bulan puasa ini sebagai ajang menurunkan berat badan. Hitung-hitung sambil menyelam minum air kan? Hehehe.. Apalagi tujuannya selain untuk tampil lebih segar dan cantik pada saat acara Hari Raya bersama keluarga besar (dan ehem-ehem keluarga pacar misalnya). Terus gimana dong kalau diet kamu ga berhasil tapi kamu masih pengen tetap terlihat beda daripada biasanya? Sedangkan waktunya sudah mepet dan butuh hasil yang cepat terlihat. Nah hari ini aku mau sharing satu beauty treatment yang sudah aku coba sendiri dan terbukti dapat memberikan hasil yang cepat bahkan sudah bisa terlihat hanya dalam satu kali treatment. 



Bulan lalu aku mendapatkan kesempatan untuk mencoba salah satu beauty treatment dari Oya Clinics, yaitu Face Contour Treatment. Sebelum aku cerita lebih lanjut mengenai treatment tersebut, kita kenalan dulu yuk dengan Oya Clinic. 

Oya Clinic adalah sebuah klinik kecantikan yang berfokus pada face lift dan body shaping treatment. Nama Oya sendiri diambil dari mitologi kuno, yaitu nama dewi angin dan semangat perubahan dan seorang pencari kebenaran. Dua beauty treatment andalan Oya Clinic adalah OYA Face Contour Treatment dan OYA Body Shaping Treatment, jadi yang satu treatment untuk wajah dan satu lagi untuk bagian-bagian tubuh. Apa sih yang membuat kedua beauty treatment tersebut menjadi andalan dan populer? Tidak lain karena OYA Cream, yang diformulasikan secara khusus oleh founder Oya Clinic, yaitu Professor Bakr Rabie, seorang dokter ahli estetika yang spesialisasinya adalah non-invasive face lift (prosedur face lift tanpa tindakan bedah). OYA Cream ini dibuat dari 100% bahan-bahan natural dan sudah dipatenkan khusus oleh Oya Clinic. Krim ini juga sudah mendapatkan berbagai macam penghargaan internasional. Lokasi Oya Clinic ada dua di Jakarta, yaitu di daerah Menteng dan PIK. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai beauty treatment apa saja yang Oya Clinic sediakan, kamu bisa cek di sini ya:
Instagram: @oyaclinicsindo

Sekarang aku mau jelasin soal Face Contour Treatment yang aku jalani. Kamu tahu kan kalau wajah juga ada lemaknya dan yang paling nyebelin adalah pipi chubby dan double chin. Face Contour Treatment ini akan membantu untuk membakar lemak yang ada di bagian-bagian tersebut sehingga, wajah akan terlihat lebih tirus. Kok bisa? Caranya gimana? Kombinasi antara alat ultrasound dan Oya Cream itulah yang bekerja untuk membakar lemak di bawah kulit.



Aku memutuskan untuk berkunjung ke Oya Clinic yang di Menteng karena dekat sama tempat les anakku, jadi sambil tunggu anak les, mama bisa perawatan dulu hehehe.. Kliniknya didominasi warna putih dengan desain klasik. Ruang tunggunya nyaman dan terang, dilengkapi dengan majalah-majalah ibukota, jadi yang nunggu juga ga bosan. Semua terlihat bersih dan terawat, bahkan toiletnya pun bersih dan wangi hehehe.. Setelah menunggu sebentar, aku dipersilahkan untuk masuk ke ruang perawatan.



Pertama-tama, wajahku dibersihkan dari semua makeup (kecuali bagian mata). Lalu wajahku dioleskan semacam peeling gel untuk mengelupas sel-sel kulit mati agar Oya Creamnya nanti dapat bekerja dengan lebih baik. Peeling gelnya sama sekali tidak terasa perih atau sakit, tapi kalau kulit kamu sensitif soal peeling, lebih baik beritahu BA nya untuk skip langkah tersebut.
Setelah itu, BA memasangkan strap di bagian pergelangan tangan yang katanya bertujuan untuk menyelaraskan energi tubuh aku dengan alat ultrasound yang akan digunakan nanti. Kamu bisa lihat bentuk alat ultrasoundnya di gambar bawah ini. Bentuknya seperti lempengan besi pipih. Bagian kanan wajahku kemudian dioleskan Oya Cream yang lalu mulai dipijit ke arah atas secara berulang-ulang dengan menggunakan alat ultrasound tersebut. Oya Cream berwarna coklat dan teksturnya seperti madu yang agak kental. Jadi di kulit agak terasa lengket. Aromanya seperti gula caramel dan menurutku mirip aroma dodol, manis-manis enak gitu deh hahaha.. 




Setelah bagian sebelah kanan selesai, BA membersihkan sisa-sisa Oya Cream dari wajahku dan memperlihatkan hasilnya ke aku di cermin. Wowwww!! Aku kaget karena benar-benar terlihat bedanya antara sebelah kanan dan kiri. Sayang aku lupa foto karena sudah terlalu excited minta mbak BA untuk melanjutkan treatment di bagian wajah sebelah kiri. Ga sabar pengen punya wajah tirus hihihi..


Bagian pijatan selesai, lalu dilanjutkan dengan pengaplikasian masker untuk menenangkan kulit wajah setelah perawatan. Masker yang aku gunakan adalah Snail mask yang berguna untuk melembapkan dan juga merangsang regenerasi kolagen pada kulit. Maskernya enak dan ademmm banget. Selesai treatment, pasti langsung ga sabar liat ke cermin dan langsung kaget banget karena wajah aku benar-benar kelihatan tirus! The treatment really works, folks! Buktinya bisa dilihat di foto di bawah ini ya.


I have to say I’m really impressed with this treatment. It gives instant result and no pain involved at all. BA nya menjelaskan bahwa biasanya dibutuhkan 4-5 kali treatment untuk mendapatkan hasil yang maksimal kalau untuk tipe wajah seperti aku, dan 8-9 kali treatment untuk tipe wajah yang lebih chubby. Pembakaran lemak juga akan masih terjadi sampai 7 hari ke depan setelah perawatan. Namun, treatment ini sifatnya tidak permanen ya. Tidak permanen dalam artian jika kita tidak menjaga pola makan dan diet kita, ya lemak-lemak itu akan kembali. Jadi kalau mau treatment ini memiliki hasil yang permanen, lifestyle kita juga harus diubah hehehe..

Bagaimana menurut kamu? Hebat ya Face Contour Treatment ini. Aku puas sekali dengan hasilnya dan pasti akan ke Oya Clinic lagi kalau lemak-lemak di wajahku kembali hihihi.. Menurutku, treatment ini cocok sekali untuk kamu yang kepepet untuk tampil prima dalam acara-acara khusus seperti pernikahan, foto prewedding, atau acara-acara special lainnya. Cocok juga untuk kamu yang sudah berhasil menurunkan berat badan, tapi bagian wajah masih terlihat chubby. 


I hope my review is useful and could help you in deciding the right beauty treatment ya.. Thank you Oya Clinic and Sociolla for this opportunity and wishing you success all the way!
See you on my next post! Have a wonderful day, gorgeous!

Cheers,
Stef

Monday, June 6, 2016

Review - Dr.Jart+ Cellwake Regenerating Emulsion


Hello gorgeous!

Hari ini aku mau sharing tentang satu produk dari Dr Jart+, yaitu Cellwake Regenerating Emulsion. Produk ini adalah pelembap kulit dari seri Cellwake dari Dr Jart+. Ini adalah pertama kalinya aku mencoba skincare dari Dr Jart+. Dr Jart+ adalah brand kosmetik yang berasal dari Korea yang didirikan oleh Dr. Sung Jae Jung dan Lee Jin Wook sejak tahun 2004. Dr Sung Jae Jung ini seorang dermatologist alias dokter ahli kulit, jadi produk-produknya pun sudah tentu diramu dengan baik oleh ahlinya. 


Rangkaian produk Cellwake memang dikhususkan untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan. Rangkaiannya terdiri dari toner, serum, lotion, eye cream, dan cream yang bisa digunakan secara simultan atau sesuai dengan kebutuhan kulit kamu. Jadi mungkin buat kamu yang berusia di bawah 25 tahun, produk ini bisa dijadikan pilihan untuk perawatan anti aging. 


Yang jadi jagoan di dalam seri Cellwake ini adalah CW-210TM. CW-210TM ini bukan robotnya Luke Skywalker ya, tapi sebuah zat yang dapat mencegah penuaan dini dengan cara mengoptimalkan regenerasi sel kulit dan juga menambah kolagen. Berikut ini adalah beberapa kandungan utama dari Cellwake Regenerating Emulsion:
CW-210TM – Berfungsi untuk mengoptimalkan regenerasi sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen.
Carnosine Peptide – Berfungsi sebagai anti glycator yang mencegah kolagen menjadi kaku agar kerutan tidak terjadi.
Evening Primrose Extract -  Mengandung fatty acids yang baik untuk kulit.
Royal Jelly – Membantu meningkatkan elastisitas dan mencerahkan kulit.
Licorice – Membantu mencerahkan kulit
Korean Herbal Root – Membantu menstimulasi dan membersihkan kulit.
Ceramide 3 – Membantu melembapkan kulit secara bertahap. 




Kemasannya berupa kotak karton putih dengan gambar botol hitam bertuliskan Cellwake Regenerating Emulsion di depannya. Lotion wajah ini berada di dalam botol kaca berwarna hitam. Aku senang dengan pengemasan dalam botol kaca ini karena wadah kaca biasanya lebih baik dalam menampung produk. Kandungan dalam produk jadi lebih stabil apalagi jika warna botolnya gelap, yang berarti produk juga tidak akan mudah rusak jika terkena sinar matahari. Selain itu, yang aku suka lagi dari kemasannya adalah Cellwake Emulsion ini menggunakan pump! Aku tidak perlu colek-colek pakai spatula atau menuangkan produk secara manual ke tangan aku.  Lebih higienis dan aman kan? 


Tekstur lotionnya sangat ringan, tidak terlalu kental dan padat. Warnanya putih susu. Dua kali pump cukup untuk aku gunakan di seluruh wajah dan leher. Aku paling tidak suka dengan pelembap wajah yang terasa lengket kalau dipakai, walaupun kalau untuk krim malam, aku masih oke karena toh aku bawa tidur. Tapi kalau untuk pelembap pagi atau siang, wah aku biasanya pasti akan memilih krim atau lotion yang tidak terlalu lengket di wajah agar wajah tidak terlalu terasa ‘berat’ seharian. Nah, Cellwake Regenerating Emulsion ini menurutku cocok untuk digunakan pagi dan malam karena teksturnya sangat ringan dan tidak meninggalkan rasa lengket di wajah. Kamu akan mencium ada sedikit aroma herbal seperti yang aku cium pada saat pemakaian produk Sulwhasoo, namun di produk Sulwhasoo aromanya lebih kuat dibandingkan dengan Cellwake Emulsion ini. Tidak perlu khawatir akan terganggu dengan aroma lotion ini karena baunya akan segera hilang sesaat setelah diaplikasikan. Kalau aku sih suka ya dengan aromanya hehehe..


Hasilnya bagaimana? Setelah mencoba Cellwake Regenerating Emulsion ini selama hampir 2 minggu, aku bisa bilang kalau kulitku sepertinya suka dan cocok dengan produk ini. Puji Tuhan juga produk ini tidak membuat wajahku jerawatan dan tidak ada efek purging sama sekali. Kulitku terasa lebih kenyal dan lembap pada saat penggunaan produk secara rutin pagi dan malam. Mengingat tekstur lotionnya yang sangat ringan di wajah, awalnya aku tidak terlalu berharap banyak akan janji bahwa lotion ini dapat melembapkan dan meregenerasi sel kulit dengan baik. Tapi ternyata Cellwake Regenerating Lotion benar-benar menepati janjinya dengan memberikan kulitku kelembapan yang aku butuhkan. Di siang hari, aku merasa kalau wajahku tuh adem dan tidak kering. Di malam hari walaupun aku tidur dengan AC sampai pagi hari, kulit tidak terasa kering sama sekali. Salut banget deh sama lotion ini. Sepertinya zat-zat aktif dalam produk ini bekerja dengan baik sekali untuk membantu kondisi kulit kita. 

Produk ini dikirimkan untuk aku coba lalu review. Seperti biasa, walaupun produk yang aku review ini disponsori, tapi semua opini dan pengalaman yang aku bagikan di blogpost ini adalah pengalaman nyata yang aku alami. Kalau untuk skincare, biasanya aku akan minta waktu 1-2 minggu setidaknya untuk mencoba menggunakannya sehingga benar-benar terlihat dan terasa perbedaan antara sebelum dan sesudah penggunaan produk. 

Dr. Jart+ juga sangat terkenal akan BB Creamnya lho. Ada yang sudah pernah coba kah?  Kalau sudah, bagaimana hasilnya? Apakah kamu suka? Atau sudah ada yang pernah mencoba seri perawatan kulitnya juga? Sharing pendapat kamu di kotak komen di bawah ya. 

Untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai Dr. Jart+, kamu bisa cek media sosial mereka berikut ini:
Instagram : @drjartid

See you on the other post, gorgeous! Selamat berpuasa untuk semua yang menjalankan ya. Semoga semuanya lancar dan membawa berkah.

Cheers,
Stef